a journey to the inner world

a journey to the inner world
The inner life is a journey, and before starting to take it there is a certain preparation necessary. If one is not prepared, there is always the risk of having to return before one has arrived at one's destination. When a person goes on a journey, and when he has to accomplish something, he must know what is necessary on the path and what he must take with him, in order that his journey may become easy and that he may accomplish what he has started to accomplish. The journey one takes in the inner life is as long as the distance between the beginning of life and death, it being the longest journey one ever takes throughout life; and one must have everything prepared, so that after reaching a certain distance one may not have to turn back.

Minggu, 28 Juni 2009

MEDITASI



Keheningan adalah lahan subur untuk menyemaikan seluruh bibit-bibit keinginan.

Deepak Choppra



Manusia diyakini merupakan mahluk yang dibekali kesempurnaan dan memiliki lapisan-lapisan kesadaran yang bersifat holistik, mulai dari kesadaran fisik sampai dengan kesadaran kesemestaan.

Pengenalan, pengalaman, dan pemahaman terhadap kesadaran-kesadaran ini akan sangat membantu manusia dalam menentukan arah, makna, dan menikmati sukacita kehidupan secara lebih hakiki.

Meditasi merupakan teknik esoteris tertua untuk mengupas lapis demi lapis kesadaran manusia. melalui kuasa keheningan dan pelepasan sementara seluruh kelekatan yang ada.

Manfaat Meditasi
Ada sebuah bentuk meditasi, dinamakan mindfulness meditation yakni meditasi dengan tingkat berkesadaran yang penuh. Sejak jaman Tiongkok kuno, Konfusiusme, Taoisme dan Buddhisme semuanya telah menaruh perhatian pada saat duduk tenang. Mereka menyaring dan memurnikan pikiran lewat meditasi. Obat-obatan modern memastikan bahwa meditasi dapat menaikkan tingkat perhatian (sehingga lebih berkonsentrasi) dan berhubungan dengan masalah stress secara efektif, bahkan meredakan penyakit kronis. Semakin banyak orang barat yang telah mencoba bermeditasi dan menemukan banyak keuntungan darinya.

Tahun 1979, Dr. Jon Kabat-Zinn, mendirikan Stress Reduction Clinic (klinik untuk mengurangi stress) dan Center for Mindfulness (pusat peningkatan kesadaran secara total) di University of Massachusetts Medical Center, mempresentasikan tentang meditasi berkesadaran total (mindfulness meditation). Ia menyampaikan pelajaran dari 10 tahun pengalaman klinis dengan lebih dari 4.000 orang yang mengikuti kursus selama 8 minggu, dikenal sebagai Program Pengurangan Stress dan Relaksasi. Dr. Kabat-Zinn menegaskan kekuatan penyembuhan kesadaran penuh sebagai “sebuah pendekatan sistematik untuk mengembangkan semacam pengendali baru dan kebijakan dalam kehidupan kita, berdasarkan kemampuan diri untuk melakukan relaksasi, pemusatan perhatian, kesadaran dan pengetahuan.� Bentuk meditasi ini dapat digunakan untuk memperbaiki masalah medis seperti pusing, tekanan darah tinggi, sakit punggung, dan penyakit jantung. Semua ini berkaitan dengan stress (tekanan mental), yang selalu membayangi dalam hiruk pikuk kehidupan seseorang dan yang mengisi hidup dengan kegiatan monoton.

Apakah orang yang tanpa penyakit memerlukan meditasi? Melalui pengalaman para biksu yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk bermeditasi, para pakar menemukan bahwa meditasi meningkatkan kemampuannya mencapai kesadaran (kognitif). Bila anda adalah seseorang yang menyimpan peristiwa masa lalu di dalam hati dan selalu mengkhawatirkan masa depan, secara perlahan meditasi dapat mempengaruhi pandangan anda terhadap sesuatu dan mengarahkan anda memiliki suasana hati yang baik dalam jangka waktu lama. Melakukan meditasi satu jam per hari selama delapan minggu, maka akan memperoleh reaksi kekebalan tubuh (terhadap penyakit) yang kuat dan dapat mengembangkan struktur otak berkaitan dengan pemikiran yang positif.

Orang Timur dan Barat mempunyai cara pandang yang berbeda terhadap meditasi. Di AS, meditasi tidak berhubungan dengan religi/agama. Di sana, meditasi justru dipandang sebagai olah raga untuk otak daripada pengarahan pikiran. Mereka menganggap kecerdasan manusia dapat dilatih seperti melakukan olah raga. Kita dapat melatih pikiran kita untuk mengurai emosi, menstabilkan perhatian/minat dan mengurangi kerentanan otak kita dari kebingungan dan kekacauan pikiran.

Budaya tradisional Timur menaruh perhatian pada teori manusia adalah bagian tak terpisahkan dari alam, pikiran dan materi saling berinteraksi satu dengan yang lain. Di samping meditasi, orang Timur menjunjung nilai watak/kualitas moral, menekankan pada moralitas dan melakukan kebaikan. Ketika pikiran manusia menjadi murni, tanpa pikiran yang tidak keruan, pikiran dan tubuh fisik akan berada pada kondisi yang optimum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar